Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap melepaskan diri dari bayangbayang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Megawati Soekarnoputri. Jika suaranya signifikan di pemilu legislatif (pileg), PKS akan menggalang kekuatan poros tengah untuk munculkan capres alternatif.Penegasan ini disampaikan Sekjen DPP PKS, Anis Matta, ketika menjawab pertanyaan tentang kemungkinan PKS menggalang kekuatan parpol menengah di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, Anis menegaskan hal itu mungkin saja dilakukan.
"Kalau sejumlah prasyarat telah terpenuhi, maka kami akan mengusung capres alternatif. Jadi jika peluang itu ada, kita siap menggalang poros tengah," kata Anis, kepada Republika, di Jakarta, Senin (3/11).
Anis mengatakan peluang capres baru di Pilpres 2009 sangat besar. PKS akan menggalang kekuatan poros tengah dengan prasyarat, suara partai besar di Pileg 2009 di bawah 20 persen. Prasyarat lainnya, PKS juga mampu mendapatkan suara yang signifikan di Pileg 2009.
Kalau parpol besar seperti PDIP maupun Partai Golkar mengalami penurunan suara signifikan, menurut Anis, hal ini merupakan isyarat delegi timasi parpol besar. ‘’Bila itu terjadi maka jelas merupakan peluang bagi parpol menengah, sehingga capres dari parpol menengah punya peluang yang besar.’‘ Disinggung tentang posisi PKS yang masih disebut sebagai partai kanan, Anis melihat bahwa perbedaan antara isu parpol nasionalis dan Islam sudah tidak relevan. Masyarakat cenderung melihat pada bagaimana memberi solusi atas persoalan ekonomi. Parpol seperti PKS, yang punya konsep dasar jelas dalam arah ekonomi ke depan, berpeluang besar menjadi pilihan.
"Dampak krisis ini baru akan terasa nanti pada Desember-Januari 2009," kata Anis.
Siapa yang akan menjadi bagian poros tengah? Anis mengatakan bahwa PKS membuka kesempatan berkoalisi dengan parpol manapun. Syaratnya, kata Anis, parpol itu harus reformis, anti-KKN, serta berkomitmen mensejahterakan rakyat.
Anis mengaku, selain berbicara dengan parpol seperti PDIP maupun Partai Golkar, pihak PKS juga sudah berbicara dengan parpol menengah dan kecil. Termasuk di dalamnya membicarakan kemungkinan mengusung capres alternatif.
"Pembicaraan itu jalan terus. Bukan mustahil ide poros tengah bisa terjadi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Ja’far, mengatakan, bahwa belum tentu PKB akan terlibat koalisi dengan SBY. "Soal capres baru akan kita bicarakan setelah Pemilu 2009. Kita akan lihat dulu perolehan suara kita seperti apa," kata Marwan.
Ditambahkannya, PKB tidak harus selalu mengikut arus besar capres. Menurutnya, kalau suara PKB signifikan, tidak tertutup kemungkinan PKB akan mengusung pasangan sendiri.
Disinggung apakah PKB masih mempertimbangkan mengusung KH Abdurrahman Wahid, Marwan mengatakan, untuk memimpin bangsa ini butuh energi yang besar. Terlebih kondisi bangsa seperti sekarang.
"Apalagi undang-undang kan mempertimbangkan masalah kesehatan," tegas Marwan.
Senada dengan PKB, Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairil Mahfuz, mengatakan, kemungkinan membangun koalisi parpol menengah tetap terbuka. "Itu akan sangat tergantung kondisi politik yang berkembang," ujarnya.
PPP, menurut Irgan, baru akan berbicara tentang capres setelah mengetahui hitungan di Pileg. Bagi Irgan akan sia-sia bicara capres sebelum mengetahui besaran dukungan masyarakat terhadap PPP.
Jika dalam Pileg perolehan suara PPP cukup signifikan, bukan mustahil PPP akan mengusung capres sendiri.
"Tapi kalau suaranya tidak signifikan, PPP akan mencari mitra koalisi," kata Irgan.
-------------------
sumber: republika
0 Response to "PKS: Capres Poros Tengah Siap Digalang"
Posting Komentar